Fakta Sejarah Politik dan Integrasi Papua ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kijne adalah seorang zending atau misionaris yang berasal dari Utrechtse Zendings Vereniging. Dalam berbagai literatur, ada beragam versi untuk nama depannya: Izaäk, Izhak, Isaac, hingga Izaac. Kisah hidupnya sudah sering dibukukan, salah satunya—yang berisi kutipan di atas—bertajuk Domine Izaak Samuel Kijne: Hidup dan Karyanya Bagi Bangsa dan Tanah Papua (2016: 130) yang ditulis Hanz Wanma dan diterbitkan Galang Press.
Kijne menginjakkan kaki di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat sejak Juni 1923. Dia menjadi kepala sekolah Cursus Volksschool Onderwijzer (CVO). Sekitar 22 tahun setelahnya, terjadi perdebatan dalam sidang Badan Pekerja Urusan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada, 10 dan 11 Juli 1945.
“Saya sendiri ingin menyatakan bahwa Papua sama sekali tidak dipusingkan, bisa diserahkan kepada bangsa Papua sendiri. Saya mengakui bahwa bangsa Papua juga berhak menjadi bangsa yang merdeka. Akan tetapi bangsa Indonesia buat sementara waktu, yaitu dalam beberapa puluh tahun, belum sanggup, belum mempunyai tenaga cukup untuk mendidik bangsa Papua, sehingga menjadi bangsa yang merdeka," ucap Hatta.
Hatta menang dalam voting anggota BPUPKI. Dia dan Sukarno memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 tanpa menyebutkan Papua bagian dari Indonesia. Batas paling timur Indonesia ialah Sulawesi dan Maluku yang saat itu masih diduduki Jepang.
Meskipun begitu Hatta berseberangan dengan Sukarno dan Mohammad Yamin. Mereka menyatakan Papua menjadi sumber kekayaan alam yang tak ternilai jika diwariskan kepada generasi Indonesia. Dalam pidato pertamanya pada 23 Agustus 1945 Sukarno melenceng. Dia menyatakan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Kepalsuan Sejarah Papua dalam NKRI
Pemerintah Republik Indonesia mengklaim bahwa 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan pemerintahan Papua bagian Barat kepada Indonesia. Hollandia yang tadinya menjadi pusat kekuasaan kerajaan Belanda di Papua, diubah namanya menjadi Kota Baru Irian Jaya. Momentum 1 Mei ini hingga kini diperingati sebagai Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI.

Komentar
Posting Komentar