Oleh. Pither P. Karoba " Di atas batu ini saya meletakan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan makrifat untuk memimpin bangsa ini, tetapi bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri," kata Kijne, 26 Oktober 1925." Kijne adalah seorang zending atau misionaris yang berasal dari Utrechtse Zendings Vereniging. Dalam berbagai literatur, ada beragam versi untuk nama depannya: Izaäk, Izhak, Isaac, hingga Izaac. Kisah hidupnya sudah sering dibukukan, salah satunya—yang berisi kutipan di atas—bertajuk Domine Izaak Samuel Kijne: Hidup dan Karyanya Bagi Bangsa dan Tanah Papua (2016: 130) yang ditulis Hanz Wanma dan diterbitkan Galang Press. Kijne menginjakkan kaki di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat sejak Juni 1923. Dia menjadi kepala sekolah Cursus Volksschool Onderwijzer (CVO). Sekitar 22 tahun setelahnya, terjadi perdebatan dalam sidang Badan Pekerja Urusan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada, 10 dan 11 ...