Mengambil Hikmah dari Cara Hidup Singa
Memahami Hikmah Dari Cara Hidup Singa
Oleh. Pither P. Karoba
Singa memiliki dua kategori atau karakter antara si jantan (raja)dan si betina (ratu). Singa jantan bisa dilihat dari bulu-bulu cambangnya yang begitu lebat dan memiliki testis. Namun tanda yang sangat menonjol dan mudah dilihat adalah bulu cambangnya yang begitu elegan dan penuh wibawa serta menyeramkan.
Memahami Karakteristik Singa
Kehidupan di dunia ini secara sederhana dibagi menjadi tiga, kehidupan di udara, darat, dan laut. Di udara ada raja yang menguasai secara gagah, yaitu burung elang dari teritori kehewanan dan angin puting beliung atau tornado dari teritori alam. Di laut ada ikan hiu yang menjadi penguasa luasnya samudera dan dalamnya air asin. Di hutan ada singa yang menjadi raja seluruh hewan. Burung elang, ikan hiu, dan harimau merupakan raja di daerahnya masing-masing.
Dari sejarah panjang kehidupan tiga raja hewan tersebut, ada secerca hidup dari salah satu raja tersebut yang tidak menjadi cerminan seekor raja yang kuat, gagah, dan perkasa. Raja tersebut adalah singa yang menjadi penguasa hutan secara mutlak atas hewan-hewan lemah lainnya. Dalam lingkungan istana hutan, seluruh wilayah menjadi kekuasaan singa dalam hal teritori untuk dijadikan lahan penyambung hidup dengan memburu binatang-binatang lemah yang dijadikan santapannya.
Jarang sekali menemukan hewan yang berani menantang kekuatan singa, kecuali binatang-binatang tertentu yang hidup berkoloni, seperti banteng. Hewan yang menjadi target mangsanya sangat sulit lepas dari cengkeramannya.
Sayangnya, dalam kehidupan istana kerajaan singa, ada celah yang menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita bisa mengambil hikmah dari cara hidupnya yang keras, kejam, dan adu kuat. Singa, atau raja/ ratu hutan tersebut memiliki sifat tertentu yang kadang juga menjadi karakter cara hidup manusia. Hal ini bisa kita lihat dari cara kerja hariannya. Kehidupannya yang serba ditakuti oleh binatang-binatang lemah lainnya.
Singa Yahudi di Kekristenan
Dalam tradisi Kristen, Singa Yehuda melambangkan Yesus dan banyak organisasi Kristen menggunakan Singa Yehuda sebagai lambang mereka bahkan nama organisasi mereka. Ungkapan ini muncul dalam Kitab Wahyu 5:5; Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
Singa Yehuda sering kali melambangkan Kaisar Haile Selassie I dari Ethiopia, yang naik takhta 2 November 1930 dengan gelar raja segala raja, tuan segala tuan, singa penakluk dari suku Yehuda, pilihan Tuhan, dan kekuatan dari Trinitas.
Rastas berpendapat bahwa Selassie adalah keturunan langsung dari suku Yehuda Israel melalui garis keturunan dari Daud dan Salomo, dan bahwa ia juga Singa Yehuda disebutkan dalam Kitab Wahyu. (Wahyu 5:5)
Pelajaran Keberanian Dari Raja Daud
Artinya iman Daud yang super gila, keberanian Daud ternyata lebih gila dari pada tokoh Alkitab lainnya. Seperti Nuh, Abraham, Musa dan tokoh lain.
Jika kita berpikir bahwa Daud disebut sebagai seorang RAKSASA IMAN karena dia telah berani melawan SEORANG RAKSASA bernama GOLIAT maka, kita patut belajar dari dia (Daud).
Goliat terlihat seperti raksasa, Tingginya ada diantara 2,8 - 3,6 meter (1 Sam 17:4). Ia memimpin tentara Filistin, berhadapan di Efes-Damim dengan tentara Israel yang dipimpin Saul. Goliat maju keluar dari barisan tentara Filistin, berdiri di depan dan berteriak meminta tentara Israel mengirimkan wakilnya untuk bertempur dengannya, seorang lawan seorang. Tantangannya adalah: bangsa yang kalah akan menjadi hamba dari bangsa yang menang.
Bagi Daud tidak terlalu sulit untuk menjadi takut terhadap Goliat. Bukan hanya karena bentuk tubuhnya yang tinggi dan besar sehingga sulit untuk disebut sebagai manusia, tetapi ia juga mempunyai persenjataan tercanggih dan terlengkap pada saat itu: tombaknya lebih layak disebut tiang listrik dari pada tombak, ketopong kepalanya hampir sebesar kurungan ayam dan terbuat dari tembaga, dia juga memakai baju zirah bersisik anti bacokan senjata tajam, kakinya dan bahunya semua dilindungi penutup dari tembaga dan perisainya yang seperti penampi gabah itu dipanggul khusus oleh seorang pembantunya yang mungkin berjalan sempoyongan saking beratnya (1 Sam 17:5-7). Jadi, Daud adalah pemberani, tidak takut kepada siapa pun kecuali Tuhan.
Raja Daud adalah Pemberani Seperti Singa
Selama ribuan tahun bahkan kita saat ini, menganggap singa sebagai salah satu hewan paling berani. Julukannya adalah raja hutan. Amsal 30:30 "Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun."
Satu hal yang bisa kita pelajari dari sifatnya, singa tidak pernah takut menyerang atau diserang, meski harus menghadapi sekelompok hewan buas lainnya. Kalau memang perlu, mereka bisa menyerang secara berkelompok.
Demikian halnya dengan Daud. Meski ia masih sangat muda, belum pernah bertugas di ketentaraan dan sehari-hari hanyalah dipekerjakan sebagai gembala ternak ayahnya, tapi ternyata Daud jauh lebih berani dibandingkan tentara Israel bahkan raja pada waktu itu yaitu Saul. Seorang Daud kecil bisa mengalahkan keberanian sekelompok tentara Israel dan raja, tanpa memiliki peralatan perang dan perisai apa-apa? Yang membedakan adalah mentalnya, sebuah mental yang didasarkan oleh kepercayaan teguh kepada Tuhan yang ia ketahui tidak pernah meninggalkannya.
Kesimpulan
Oleh karena itu kita memerlukan sebuah mental baja yang tidak kenal takut layaknya singa, seperti gambaran mental yang dimiliki oleh Daud. Lewat Daud pula kita bisa belajar bahwa sebuah mental yang kuat akan sulit dibangun dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, tetapi akan bisa tumbuh jika kita berpusat kepada Allah yang punya kuasa melebihi segalanya.
Singa sebagai simbol keberanian, ketangguhan dan kharisma seorang pemimpin dalam penguasaan dan kepemimpinan, menaklukkan lawan dari peperangan.
Penulis. Pither P. Karoba
Sabtu, 04 Juli 2020

Komentar
Posting Komentar