Tiga Pandangan PREMILLENNIALESME
Ev. Pither P. Karoba
Milenialisme adalah suatu bentuk keyakinan secara spesifik berdasarkan suatu siklus seribu tahunan, dan ini khususnya sangat penting di lingkungan Kekristenan.
Tulisan dengan judul "Pandangan PREMILLENNIALESME" ini merupakan tugas makalah saya. Judul ini ditulis dengan beberapa tujuan yaitu:
- Untuk meyakinkan kepada umat Tuhan secara khusus warga Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) bahwa setelah kematian ada kehidupan kekal dan kematian kekal.
- Untuk meyakinkan kepada umat Tuhan secara khusus warga Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) bahwa persoalan atau doktrin tentang EKSKATOLOGI sangat penting karena kaitannya dengan nasib hidup setelah kematian.
- Dalam tulisan ini saya memberikan beberapa kesimpulan dan juga iman percaya warga GIDI atau doktrin tentang EKSKATOLOGI.
Akhirnya, sumbangan saya melalui tulisan ini semoga menjadi berkat dan juga memberikan pencerahan serta pengertian yang tepat dan benar tentang ajaran PREMILLENNIALESME di kalangan umat Tuhan secara khusus warga Gereja Injili Di Indonesia (GIDI).
Pendahuluan
Penjelasan yang tegas tentang peremillennialisme sangat perlu untuk jemaat Tuhan pada dewasa ini. Mengapa? Karena dewasa ini banyak bidat yang menyesatkan jemaat awam dengan ajaran palsu menyimpang dari Firman Tuhan.
Peremillennialisme berarti kita percaya kepada pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Yakni kedatangan Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita yang terjadi sebelum kerajaan seribu tahun, dan Ia sendiri yang akan datang dan hal itu akan terjadi pada saat kapan saja, dalam waktu yang tidak lama lagi. Dibawah ini adalah tiga pandangan mengenai millennium (1000 tahun)
1. Ajaran Peremillennialisme
Premillennialisme mengajarkan bahwa kerajaan Tuhan Yesus Kristus akan didirikan di atas bumi ini selama seribu tahun, dan kerajaan itu akan berlangsung pada waktu Tuhan Yesus kembali ke dunia ini. Sebaliknya Posmillennialisme (pos=berarti sudah, millennium =1000 tahun) mengajarkan bahwa Tuhan Yesus akan datang sesudah seribu tahun itu. Sedangkan Amillennialisme (tidak ada millennium) mengatakan bahwa tidak ada seribu tahun, melainkan masa itu sudah selesai dengan hukuman akhir dan barulah akan terjadi bumi yang baru dan langit yang baru. (Hal ini dibahas oleh bapak gereja Metodis J. Wesley Brill. Dalam bukunya. Dasar Yang Teguh. 321.
Perlu diketahui bahwa Premillennialisme adalah salah satu cara penafsiran Alkitab, bukan bagian dari keselamatan kita. Juga seseorang dapat dilahirkan kembali dengan tidak memegang ajaran Posmillennialisme. Jadi, orang yang paham pada Premillennialisme janganlah kita menyebut orang yang bukan Premillennialisme itu bidat dan sebaliknya kelompok Posmillennialisme janganlah menyambut orang Premillennialisme dan Amillennialisme itu bidat.
Alkitab dan sejarah menyatakan dengan terus terang bahwa jemaat yang mula-mula pasti berpegang pada Premillennialisme. Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan pengharapan yang penuh bahagia bagi jemaat yang mula-mula pada waktu mereka menderita, aniaya dan siksa dibawah pemerintahan kerajaan Romawi.
Pandangan Alkitab
Premillennialisme yakin bahwa pengajaran Premillennialisme sesuai dengan isi Alkitab. Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) tidak menyebutkan perhitungan tahun yang tepat. Oleh karena itu kalau seseorang yang mencoba menentukan hari dan tahun kedatangan Tuhan Yesus Kristus pasti ia salah menentukan. Karena yang menentukan hari dan tahun kedatangan Kristus adalah misteri Tuhan.
Premillennialisme sangat mengerti dan menuruti serta menaati Amanat Agung dari Yesus Kristus....mengabarkan Injil sampai ke seluruh dunia. Bukan hanya memperhatikan masa kesengsaraan itu saja. "Orang yang sungguh-sungguh menuruti pengajaran Premillennialisme akan menjadi orang yang dapat diajar dan yang gemar menyelidiki Alkitab.... ia mengetahui keperluan orang-Orang Kristen dan orang-orang yang belum mengenal Kristus, ia adalah seorang yang taat kepada suara Roh Kudus " J. Wesley Brill.
Jadi, ajaran Premillennialisme menekankan bahwa, kita (orang Kristen) akan diperhadapkan takhta pengadilan Kristus, membenarkan pengajaran Alkitab bahwa kita janganlah mementingkan hal-hal duniawi, baik berkat-berkatnya maupun kepahitan-kepahitanya yang menyebabkan putus asa.
Ajaran Premillennialisme juga menekankan bahwa kita (orang Kristen) memiliki dua kewarganegaraan. Alkitab mengajarkan bahwa kita adalah warganegara dari satu negara di dunia, tetapi warganegara dari kerajaan Allah.
2. Ajaran Amillennialisme
Ajaran Amillennialisme bukanlah suatu cara menafsirkan Alkitab, melainkan suatu tantangan terhadap tafsiran Premillennialisme dan Posmillennialisme. Amillennialisme lebih menitikberatkan kepada kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali dan korban pendamaian-Nya daripada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Amillennialisme berpendapat bahwa millennium yang dinubuatkan adalah yang sedang berlangsung pada masa sekarang. Jadi, Amillennialisme berpegang pada pendirian bahwa pada masa ini Iblis sedang dirantai.
Jadi menurut Amillennialisme tidak ada 1000 tahun artinya, apa yang dinubuatkan dalam Alkitab adalah yang sedang berlangsung pada masa sekarang, tidak ada 1000 tahun di masa akan datang.
3. Ajaran Posmillennialisme
Menurut laporan J. Wesley Brill, ajaran Posmillennialisme berkembang pada akhir abad 19 dan permulaan abad 20. Pada abad 19 banyak terjadi kebangunan-kebangunan rohani yang besar di Inggris dan Amerika Serikat, dan hal itu menghasilkan kemajuan besar dalam pekabaran Injil oleh para misi Protestan.
Perluasan pekabaran Injil itu telah sampai ke tiap-tiap benua dan sampai juga ke daerah-daerah pedalaman negara-negara di dunia. Waktu itu terjadi beberapa perbaikan sosial, dan kemajuan dalam beberapa bidang ilmu teologi.
Hal-hal itu disangka merupakan langkah-langkah menuju seribu tahun itu. Terlebih pula mereka bertambah yakin akan hampirnya kedatangan Tuhan Yesus Kristus atau kedatangan kerajaan keemasan itu dengan lahirnya perserikatan bangsa-bangsa.
Banyak orang menyangka bahwa perserikatan bangsa-bangsa itu akan dapat menjamin perdamaian dunia yang dirindukan manusia sejak berabad-abad lamanya. Lalu muncullah perang dunia yang kedua. Perang dunia yang kedua itu membingungkan kelompok Posmillennialisme serta menghancurkan impian-impian mereka tentang perdamaian itu. Jadi sekarang mereka telah hilang dan hampir tidak terdengar lagi suatu kelompok itu tentang nubuat Alkitab.
Kesimpulan
Kerajaan seribu tahun adalah sebuah konsep atau pandangan di dalam agama Kristen yang mengatakan bahwa Kristus akan datang untuk kedua kali ke dunia ini dan memerintah selama seribu tahun.
Masa Seribu Tahun ini dimaknai oleh sebagian orang Kristen sebagai periode literal di mana di dalamnya terdapat situasi yang damai dan makmur yang akan terjadi selama 1000 tahun. Sebagian lainnya menafsirkan Kerajaan Seribu Tahun secara simbolis dan tidak membatasinya dalam kurun waktu tertentu. Mereka meyakini bahwa setelah kerajaan 1000 tahun ini berakhir maka akan terjadi penghakiman terakhir, yaitu penghakiman secara umum dan dunia baru dari surga serta neraka dalam kesempurnaannya.
Konsep ini didasarkan pada teks kitab Kitab Wahyu kepada Rasul Yohanes, terutama.
Iblis Diikat
"Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian daripada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya"
Pemerintahan Seribu Tahun
- "Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya."
- Iblis Dihukum
- "Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang an jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung q perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya"
- Catatan penting: Doktrin EKSKATOLOGI sangat penting sehingga saran, masukkan sangat dibutuhkan demi penyempurnaan tulisan ini. Tuhan Yesus memberkati kita.
- Ditulis oleh. Ev. Pither P. Karoba.
Referensi/Daftar Pustaka
- Henky Ten Nempel. Kamus Teologi Inggris-Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 250.
- Brill J. Wesley. Dasar Yang Teguh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 321.
- Wahyu 20:1-3
- Wahyu 20:4-6
- Wahyu 20:7-10
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Seribu_Tahun

Komentar
Posting Komentar