MANUSIA JATUH KE DALAM DOSA DAN KUTUKAN ALLAH ( Kejadian 3: 1-24)
Pendahuluan
Alkitab menyatakan bahwa sesudah manusia diciptakan, Allah menempatkan mereka di dalam taman Eden di mana ditempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Kej 2:8-17)
Allah menempatkan pohon itu karena Ia hendak menguji manusia apakah manusia akan menaati apa yang telah dipesankan Allah kepadanya. Kalau manusia menaati peraturan itu maka tentu ia akan mendapat pahala, dan kalau tidak taat tentu ia akan mendapat hukuman.
Di taman Eden itu hanya ada satu pohon yang buahnya tidak boleh dimakan oleh manusia. Itu merupakan satu peraturan yang istimewa, dan tidak jelas apa sebabnya peraturan itu diberikan. Peraturan itu Adam dan Hawa wajib ditaati perintah itu. Manusia dicobai untuk berbuat dosa melalui ular (Iblis) di bawah ini adalah hukuman yang diberikan oleh Allah kepada.
I. Kepada Ular.
14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah, kepada ular itu; " Karena engkau berbuat demikian, TERKUTUKLAH engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidup mu. 15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunan mu dan keturunannya akan meremukkan kepala mu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan orang berkenaan dengan posisi ular dalam hukuman di ayat 3:14-15. Apakah ular di sini berposisi sebagai simbol dari iblis atau ia secara hurufiah juga menerima hukuman dari Tuhan? Beberapa penafsir meyakini bahwa teks ini harus dipahami secara hurufiah sebagai penjelasan terhadap alkisah mengapa ular tidak lagi berjalan dengan kaki.
Pandangan ini dipegang oleh sebagian penafsir Yahudi kuno maupun para penafsir Alkitab modern. Argumen yang sering digunakan sebagai dukungan adalah kemampuan sebagian besar ular untuk mengangat tubuhnya dan pemunculan ular di mitologi kuno dalam posisi berdiri.
Jadi kita memandang ular sebagai simbol dari iblis. Apa yang kita lihat pada ular merupakan gambaran yang tepat untuk mengungkapkan hukuman bagi iblis. Sebagaimana akan dijelaskan selanjutnya, hukuman di ayat 3:14-15 berbicara tentang kehinaan dan kekalahan. Dua hal ini sangat cocok digambarkan oleh ular sebagai binatang yang melata dan secara tidak terelakkan akan memakan debu setiap kali ia berada di tanah.
Hukuman untuk ular diungkapkan melalui beberapa ironi. Dalam Alkitab tindakan “mengutuk” berarti mengucapkan hukuman ilahi atas seseorang atau sesuatu sebagai respon terhadap pelanggaran yang dilakukan.
Dua macam hukuman untuk ular yaitu berjalan dengan perut dan makan debu tanah dan sebaiknya harus dimengerti sebagai sebuah kesatuan. Karena keduanya menggambarkan kehinaan dan kekalahan.
II. Kepada Perempuan itu
16. Firman-Nya kepada perempuan itu; " Susah payahku waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anak mu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atas mu."
III. Kepada Manusia itu
17. Lalu Firman-Nya kepada manusia itu; " karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu; jangan makan daripada nya, maka TERKUTUKLAH TANAH karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezeki mu dari tanah seumur hidupmu." 18. Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkan nya bagimu; dan tumbuh-tumbuhan dipadang akan menjadi makananmu."
19. dengan berpeluh engkau akan mencari makanan mu, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
RENUNGAN: kembali kepada kita masing-masing.
GOD BLESS YOUR

Komentar
Posting Komentar