ALLAH ADALAH KASIH

 

Ev. Pither P. Karoba

Absrak 

Pertanyaan yang sering mengganggu pikiran maupun iman banyak orang Kristen adalah, mengapa kejahatan terus terjadi? Mengapa banyak orang jahat di sekitar saya? Apakah Tuhan melihat persoalan saya? Jawabannya tidaklah mudah, tetapi dalam perspektif Alkitab bisa dijawab. 

Pendahuluan 

Manusia diciptakan sebagai mahkluk sosial, komunal dan berinteraksi satu sama lainnya. Sesama manusia harus saling membantu dan manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kita harus mengasihi orang lain karena, karena manusia diciptakan untuk  saling mengasihi dan menolong sesama  manusia. 

Allah mengasihi manusia karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri sehingga dalam memperlakukan sesama manusia seharusnya dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. 

Pertanyaan Seorang Pria Muda 

Jika Allah begitu mengasihi kita, mengapa Dia mengizinkan kejahatan selalu terjadi di tanah PAPUA seperti pemerkosaan, aborsi, mabuk, dan pembunuhan begitu sering terjadi❓ Tuhan seolah-olah tidak mengasihi kita, atau IA tidak melakukan sesuatu untuk menolong kita dan mengendalikan semua persoalan di Papua❓

Senada dengan itu, mahasiswa asal  Dugama juga mengutarakan melalui lagu yang berjudul "Dugama Menangis" dimanakah Tuhan orang Papua, mengapa Tuhan membiarkan Dugama menangis....kira-kira demikian.

Jawaban

Untuk menjawab dan meyakinkan pertanyaan itu saya mengutip ayat Alkitab. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak biasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16) 

Allah menunjukkan kuasa kasih Nya melalui Anak-Nya yang Tunggal (Yesus Kristus) kepada dunia terlebih khusus ditunjukkan kepada manusia (Kita) sehingga kita merdeka, selamat dan mendapatkan kebahagiaan, sukacita dan kesejahteraan dalam kehidupan kita. 

Lalu muncul pertanyaan baru, memang Allah itu Maha Kasih, mengapa Dia membiarkan manusia itu menderita? Terjadi pembunuhan, pemerkosaan, mabuk, dan pencurian. Mengapa Allah mengizinkan hal itu terjadi dalam kehidupan manusia? 

Untuk menjawab itu ada tiga hal penting yang harus kita pahami yaitu:

  1. Allah itu Maha Kuasa, berarti Allah berkuasa melakukan segala sesuatu yang IA kehendaki. Kuasa Allah tidak terbatas, tidak ada pekerjaan yang sukar bagi Allah, tidak ada yang mustahil bagi Allah (Ayub 42:2, Kej 18:14; Mat 19:26). Tetapi kuasa Allah hanya dibatasi oleh kehendak-Nya. Mengapa "karena Dia tidak menghendaki hal itu." Firman Tuhan berkata. "...pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia, sebab Allah setia...tidak membiarkan kamu dicobai melebihi kekuatanmu, Allah memberikan jalan keluar...(1Korintus 10:13) Jadi, melalui pencobaan itu kita lebih dekat kepada-Nya. 
  2. Allah Maha Hadir, pemazmur berkata. Allah ada di segala tempat (Mazmur 139:7-10) Jadi, Allah ada di seluruh bagian alam ini dan dekat dengan kita masing-masing. Tetapi hanya DOSA yang dapat menghalangi kehendak-Nya untuk kita. Mengapa karena Allah adalah suci adanya. 
  3. Allah mengasihi manusia, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:7,8,16) Allah bukan hanya mengasihi tetapi Allah adalah KASIH. Lalu siapa yang dikasihi Allah? 1. Allah mengasihi semua isi dunia. 2. Allah mengasihi orang berdosa, kafir, pemabuk dan pembunuh. 3. Allah mengasihi orang-orang yang mengasihi-Nya. Tetapi kadang-kadang kita merasa seakan-akan Tuhan lupa, tetapi sebenarnya tidak. (Lihat. Yesaya 49:15-16)
Jadi, pencobaan-percobaan yang kita alami seperti, pembunuhan sadisme, pemerkosaan, pencurian, mabuk dan saling bermusuhan diantara kita itu merupakan pencobaan kualitas iman kita. Coba kita bayangkan seorang Ayub yang tidak pernah melakukan kesalahan, dia dikatakan orang yang saleh dan benar di hadapan Allah. Tetapi dia dicobai oleh Iblis dan Allah membiarkan hal itu terjadi dalam kehidupannya guna memurnikan IMAN. 

Apakah Pencobaan itu Dosa?

Jika memang pencobaan itu karena dosa, berarti kita berdosa sepanjang waktu. Melalui pikiran-pikiran kita, perbuatan dan perilaku atau gaya hidup kita. (Lihat 2 Petrus 2:9).

Pencobaan bukanlah akibat sebuah dosa, karena Tuhan Yesus sendiri pun dicobai oleh Iblis di padang gurun (Matius 4:1-11) Jadi, pencobaan bukan dosa tetapi merupakan konsekuensi yang wajar dari kehidupan kita di dunia ini. 

Meskipun pencobaan itu selalu ada, kita tidak perlu mengangkat kedua tangan kita, mengaku kita kalah alias menyerah. Kita masih mempunyai kekuatan untuk bertahan karena Roh Kudus masih bertahta di dalam hidup kita. Firman Tuhan mengingatkan kita ( 1 Korintus 10:13).

Bagaimana caranya dan apa jalan keluarnya?
  1. Respon yang positif dalam menghadapi persoalan-persoalan yang kita hadapi. 
  2. Harus mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita;
  3. Harus mengasihi orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap kita. 
  4. Kita percaya bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita. Hanya bersifat sementara.

Kesimpulan 

Tuhan selalu menyediakan jalan keluar dalam setiap keadaan. Kita dapat memilih untuk mengikuti jalan Tuhan. Kita tidak membalas dengan kejahatan terhadap orang-orang yang bersalah kepada kita. Kita akan lebih mampu bertahan dan melakukan apa yang benar dan baik. Kita tidak perlu menyerah, kita tidak perlu mengangkat kedua tangan kita. Kita selalu bersucita dan selalu berdoa, berjuang untuk MERDEKA dari segala penjajahan dan diskriminatif. 

Memang dunia ini begitu dipenuhi dengan kesedihan, karena banyak tragedi yang terjadi di sepanjang masa hidup kita. Tetapi tetaplah melangkah ke depan untuk tetap mengakhiri, merebut kemerdekaan dari segala penderitaan, pembodohan dan ketertinggalan, serta penjajahan. 

"Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri "

(Pdt. I. S. Kijne, Wasior-Manokwari-Papua Barat)


Salam Hormat,
 
Ev. Pither P. Karoba,  S. Th.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGHAKIMAN DI AKHIR ZAMAN

MENUJU PAPUA BARU