ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GEREJA INJILI DI INDONESIA (GIDI) KLASIS TIMIKA, WILAYAH PANTAI SELATAN, PROVINSI PAPUA
Pendahuluan
Analisis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui, menguraikan, menyelidiki, menjabarkan, memecahkan persoalan-persoalan dan kondisi yang sebenarnya serta menyelidiki sebab-akibat dengan seksama lalu memecahkan persoalan-persoalan atau masalah mulai dari dugaan akan kebenaran. Penelaahan yang dilakukan adalah menggarap data, masalah, mengumpulkan hasil pengamatan di lapangan, mengolah data sehingga menghasilkan kesimpulan.
Analisis
Analisis adalah suatu proses pemilihan sesuatu yang menjadi komponen atau bagian dari keseluruhan. Di dalam menganalisis memiliki sifat-sifat dasar serta menilai fungsi dan manfaat atau kontribusi peningkatannya dengan kata lain kajian-kajian ilmiah untuk mencari permasalahan, kebenaran dalam rangka menentukan arah dan program peningkatan dan pertumbuhan terhadap suatu objek yang menjadi sasaran dan tujuan organisasi atau lembaga.
Hal ini memberi gambaran bahwa tujuan analisis adalah pengembangan sumberdaya dalam penyajian informasi dan membuat interpretasi serta dapat menyusun alternatif yang dapat dipilih untuk dilakukan dalam pelaksanaan program sesuai penentuan arah dan kebijakan yang telah diterapkan dalam organisasi Gereja Injili Di Indonesia GIDI Klasis Timika.
Banyak alat ukur yang bisa kita gunakan untuk menganalisis dalam berbagai bidang pelayanan gerejawi. Tetapi dalam hal ini penulis menggunakan analisis modern atau Teknik Analisis Manajemen (TAM) atau analisis SWOT terdiri dari faktor internal dan eksternal yang berfungsi mengetahui peta Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman guna menentukan keunggulan untuk mencapai sukses yang lebih baik.
Analisis SWOT ini diawali dengan mengindentifikasi persoalan atau masalah di lingkungan internal dan eksternal GIDI Klasis Timika. Menurut pengamatan penulis di lingkungan internal GIDI terdapat dua unsur penentu pertumbuhan yaitu unsur Kekuatan dan unsur Kelemahan sedangkan pada unsur eksternal juga dapat dua unsur yaitu Peluang dan Ancaman. Jadi, unsur tersebut di atas sangat menentukan dalam penentuan keberhasilan pelayanan di lingkungan GIDI Klasis Timika. Lebih lanjut langkah-langkah analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:
IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL
A. Kekuatan dan Kelemahan (S dan W)
- Kekuatan
- Adanya struktur dan organisasi gereja GIDI
- Adanya BPK Klasis dan BPJ jemaat 10 (sepuluh) gereja.
- Adanya potensi SDA dan SDM.
- Adanya kader
- Kelemahan
- Manajemen administrasi gereja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) belum optimal.
- Pemahaman dan pemberdayaan SDA dan SDM belum optimal.
- Kantor Klasis dan rumah Pastori belum terealisasi.
- Dokumen perencanaan dan administrasi belum optimal.
- Fungsi dan tugas komisi dan penatua, diaken di jemaat belum kerja Boptimal.Program
- PK dan BPJ belum optimal.
IDENTIFIKASI FAKTOR EKSTERNAL (O dan T)
B. Peluang dan Ancaman
3. Peluang
- Adanya perpanjangan OTSUS bagi provinsi Papua.
- Adanya bantuan dinas sosial/pemerintah.
- Adanya aparat desa.
- Adanya lokasi/lahan GIDI
4. Ancaman
- Adanya perubahan iklim sosial dan budaya, adat istiadat serta pergaulan buruk seperti togel, Ludoking dll. Akan mempengaruhi kualitas iman dan kepercayaan jemaat.
- Adanya konflik social / Prang suku.
- Adanya strategi pihak lain yang menggunakan cara dan alat untuk mencapai tujuan mereka.
- Adanya internet yang berbagaitersedia.
- Adanya issu politik praktis dan Papua merdeka.
ANALISIS MULTI FAKTOR
Bagian ini penulis menilai faktor-faktor internal GIDI Klasis Timika yang merupakan modal dasar sebagai kekuatan untuk menanggulangi berbagai permasalahan di lingkungan GIDI 10 (sepuluh) gereja yang ada dengan memanfaatkan Peluang yang tersedia menghadapi Ancaman dalam menjalankan roda pelayanan di lingkungan GIDI Klasis Timika.
Oleh karena itu, berdasarkan kekuatan internal dan peluang eksternal yang telah diidentifikasi di atas dapat dijabarkan lagi beberapa aitem kongkrit positif yaitu:
JABARAN KEKUATAN
- Gereja Injili Di Indonesia Klasis Timika adalah organisasi yang berbadan hukum, memiliki modal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) serta memiliki program kerja untuk menjakauvisi Allah.
- Gereja Injili Di Indonesia Klasis Timika telah memiliki Badan Pekerja Klasis lengkap dengan komisi-komisinya.
- Gereja Injili Di Indonesia Klasis Timika memiliki mitra kerja yang handal dan mampu mendorong sumberdaya manusia yang dimiliki seperti mitra dengan lembaga pendidikan.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki mitra kerja yang handal seperti. LEMASA, PEMDA, PT. FREEPORT INDONESIA dan DENOMINASI GEREJA serta KNPI kabupaten Timika, KONI kabupaten Timika.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki kader intelektual dalam berbagai disiplin ilmu, ladang dan jenjang dengan skill yang bervariasi di seluruh bidang.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki jabatan-jabatan strategis di lingkungan perusahan PT. FREEPORT INDONESIA kabupaten Timika.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki 10 (sepuluh) gereja 3 (tiga) gembala daerah, 1 (satu) Klasis di kabupaten InjiliTimika.
- Gereja Di Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang menjanjikan di kabupaten Timika
JABARAN KELEMAHAN
- Gereja Injili Di Indonesia Klasis Timika kekurangan hamba Tuhan dan belum memberdayakan sumberdaya manusia secara optimal.
- Gereja Injili Di Indonesia belum memiliki lembaga pendidikan dan pusat pelatihan serta pengkajian pengembangan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang ada di kabupaten Timika.
- Gereja Injili Di Indonesia merupakan minoritas Penduduk kabupaten Timika.
- Gereja Injili Di Indonesia tidak memiliki jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintahan kabupaten Timika.
JABARAN PELUANG
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki mitra organisasi misi, lembaga pendidikan, penerbangan dan LSM-LSM di seluruh dunia khususnya kabupaten Timika.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki lembaga sosial masyarakat YAPELIN.
- .....
JABARAN ANCAMAN
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki ancaman yang serius konflik sosial seperti. Perang suku, konsumsi minuman beralkohol, togel, Ludoking dan strategi pihak lain seperti mengislamisasi di Papua.
- Gereja Injili Di Indonesia memiliki ancaman serius konflik sosial seperti issu politik praktis dan issu Papua merdeka.
- Hal-hal di atas ini akan mempengaruhi kualitas iman dan kepercayaan jemaat GIDI Klasis Timika.
KESIMPULAN
Konsep manajemensumberdaya Gereja Injili Di Indonesia GIDI Klasis Timika adalah suatu konsepsi yang sudah harusnya disesuaikan dalam kondisi gereja yang telah mencapai hampir 20-an tahun. LahirGereja Injili Di Indonesia dari masyarakat zaman batu. GIDI bertumbuh dan berkembang menjadi sebuah organisasi besar.
Tetapi, perubahan masyarakat di bidang lain belum mampu mendukung sepenuhnya karena terbatasnya pengetahuan dan pemahaman pengolahan sumberdaya sebagai kekuatan Gereja Injili Di Indonesia yangberada di kabupaten Timika untuk memperkokohVisi dan Misi Gereja Injili Di Indonesia GIDI Klasis Timika untuk menjangkau seluruh manusia yang belum diselamatkan.
Catatan!
- Penulis sangat terbuka untuk menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca, jika diperlukan.
- Merekomendasikan pembaca menganalisis pertumbuhan dan perkembangan gereja atau organisasi dimana pembaca berada.
- Mendorong pembaca, membaca memahami dan mempraktikkan metode analisis ini dimana pembaca berada. Guna mengukur keberhasilan dan kegagalan dalam pelayanan saudara.
- Doa penulis, Kiranya tulisan ini menjadi bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
Ev. Pither P. Karoba
Daftar Pustaka
- Pengertian Analisis, Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI Elektronika Edisi Ketiga, (Bandung: Departemen Pendidikan Nasional, 2009)
- Pagawak Rony, Sejarah Masuknya dan Lahirnya Gereja Injili Di Indonesi, (Wamena, Lembaga P3 GIDI Wilayah BOGO Lemba Balim Wamena 2007), 253-260.
- Hendra Rey, Diktat Mata Kuliah Kepemimpinan, (Cianjur, STT SAPPI 2018), 28-31.
- https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-analisis-swot/ (diunduh pada tanggal 21 November 2020)
- https://www.cryptowi.com/pengertian-analisis/ (diunduh pada tanggal 22 November 2020)
- Diskusi bersama Abihud Faot, S.Th, merupakan kader gereja GMIT NTT dan Sekretaris Desa Tetaf, Pertumbuhan dan Perkembangan Gereja di Zaman Kini, Tetaf: 19 November 2020).

Amin...wa terus berkarya Tuhan memberkati wa wa
BalasHapusIni sesuai dengan kondisi yang ada gereja injili di indonesia GIDI wa
Di tulisan ini kami bisa mengambil satu langkah maju untuk membangun SDM dan bidang usaha lainnya mrlalui mitra kerja yang ada wa
Terima kasih atas dukungannya 🙏
Hapus