MAKNA PERJAMUAN KUDUS
MAKNA PERJAMUAN KUDUS
====== 1Korintus 11 : 17-34 ======
Sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai Juru selamat pribadi, pasti telah mengerti tentang perjamuan Kudus atau Perjamuan Suci. Dalam Gereja Injili Di Indonesia GIDI ditetapkan hanya orang-orang yang telah dibaptis yang boleh ikut dalam Perjamuan Kudus.
Hal itu terkait dengan prinsip bahwa hanya orang-orang yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Juru selamat dan mengerti prinsip-prinsip dalam perjamuan Kudus. Sehingga mereka tidak menerima Perjamuan Kudus tersebut dengan cara yang tidak layak. 1Kor. 11:27.
Hanya orang-orang yang telah dewasa dan telah menerima Yesus sebagai Tuhan saja yang layak menerima/mengikuti perjamuan Kudus.
Karena hal tersebut menunjukkan bahwa Perjamuan Kudus bukan sekedar emosional belaka dan bukan soal makan minum, tetapi ada makna yang Agung yang tersirat di dalamnya.
Kebiasaan-Kebiasaan yang Salah dalam Perjamuan Kudus
Di beberapa gereja ada sedikit penurunan dari makna Perjamuan Kudus, jauh dari maksud Tuhan. Kita tahu bahwa pasti ada maksud Tuhan melakukan Perjamuan terakhir sebelum ditangkap. Mark. 14:22-25.
Perjamuan Kudus itu dilatarbelakangi peristiwa penyerahan Yesus, penderitaan dan kematian serta kebangkitan-Nya. Jadi, Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan penderitaan, kematian dan kebangkitan serta naik ke Sorga. Bukan soal makan dan minum.
Dalam bacaan ini Rasul Paulus memberi nasihat mengenai bagaimana seharusnya orang Korintus beribadah dan mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan.
Paulus Melihat Masalah dalam Perjamuan Kudus
Kita melihat Paulus sebelumnya memuji orang Korintus karena setia berpegang pada ajaran yang telah diajarkan kepada mereka. Tetapi dalam (Korintus 11:17-34) ia tidak memuji mereka justru memberi perintah untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam Perjamuan Kudus.
Ternyata ketika mereka berkumpul bersama rupanya tidak mendatangkan kebaikan, tetapi keburukan. Paulus melihat perkumpulan mereka itu bertujuan untuk politik karena mereka terang-terangan memperlihatkan perpecahan di antara mereka.
Artinya mereka melakukan Perjamuan Kudus secara harfiah. Mengutamakan makan dan minum dan tidak beraturan tidak mengikuti instruksi para Rasul dalam hal Perjamuan Kudus.
Jadi melalui firman Tuhan ini Paulus memberi petunjuk mengenai cara yang benar untuk merayakan Perjamuan Kudus.
Cara yang Benar dalam Perjamuan Kudus
Tidak ada cara lain, selain cara yang diinstruksikan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul yaitu:
1. Harus mengerti makna Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus berarti mengambil bagian dalam pengorbanan Kristus. Artinya mengambil bagian dalam Penghayatan atau merenungkan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Bukanlah mengambil bagian dalam hal unsur-unsur jasmani saja, tetapi merupakan satu pengalaman bersama dengan Kristus yang telah mati bagi dosa manusia.
2. Perjamuan Kudus bukan sekedar makan roti dan minum anggur, tetapi Perjamuan Kudus adalah kesempatan bagi kita untuk dapat merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus bagi kita dan ikut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.
3. Sekali lagi, Perjamuan Kudus bukan soal makan dan minum atau hanya suatu rutinitas dalam upacara gerejawi. Tetapi merupakan perenungan bagi kita.
4. Roti dan anggur yang kita terima pada saat Perjamuan Kudus itu melambangkan, simbol tubuh dan darah Tuhan Yesus. Prinsip ini yang kita terima dari Injil Tuhan kita Yesus Kristus.
Kesimpulan
Perjamuan Kudus bukan soal makan roti dan minum anggur, tetapi masuk dalam perenungan terhadap penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus
Kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus memiliki pandangan yang benar tentang Perjamuan Kudus, yaitu sebagai peringatan akan penderitaan, kematian dan kebangkitan serta naik ke Sorga dan dari sana Ia akan datang menjemput kita sekalian. Amin!
Amin....wa Tuhan berkati
BalasHapusTerima kasih adik atas doanya 🙏
Hapus